√ Kiamat Pasti (Mungkin) Terjadi - Cak Akbar

Kiamat Pasti (Mungkin) Terjadi

Daftar Isi [Tampil]

     

    Pendahuluan

    Mengimani akan datangnya hari akhir, merupakan perkara wajib yang harus dimiliki segenap Muslimin wal Mu’minin secara kaafah. Bagaimana tidak, mengimani hari akhir merupakan serangkaian penyangga utama keimanan seorang hamba. Ketika seorang hamba mengingkari adanya hari akhir, praktis imannya seorang hamba tersebut menjadi goyah bahkan runtuh sekalipun dia masih mengimani penyangga iman yang lain. Penyangga Iman atau disebut rukun iman/ أَرْكَانُ الْإِيمَانِ yang mafhum dikenal hari ini didasari dari riwayat hadis Sohabat Umar bin Khatab yang berkisah suatu saat sang Rosul kedatangan tamu yang poro Sohabat tidak mengenalinya, perawi mendeskripsikan tamu tersebut sebagai sosok laki-laki berbaju putih bersih yang tidak tampak bekas telah melewati perjalanan yang nun jauh. “Anehnya”, sesampainya sang tamu dihadapan sang Rosul sekonoyong-konyong dia merebahkan lututnya hingga sampai menempel lutut sang Rosul sembari menodong pelbagai pertanyaan kepada sang Rosul, hingga sampai pada dialog

    “Apa itu Iman?”

    “Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk.” Jawab sang Rosul lugas…

    “Benar engkau” sang tamu membalas

    “Aneh nian sang tamu ini, dia bertanya sendiri dia pula yang membenarkannya”, gumam sang Singa Padang Pasir ini (Umar).

    Ia (sang tamu) bertanya lagi, “Beritahukan kepadaku tentang hari kiamat.”

    “Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.” (baik yang ditanya dan yang bertanya tidak mengetahui jawabannya)

    Ia berkata, “Kalau begitu, beritahukan kepadaku tanda-tandanya.”

    Beliau bersabda setelah keheningan beberapa saat,

    “(di antara tanda-tanda datangnya kiamat adalah saat) Seorang budak perempuan melahirkan tuannya, dan engkau melihat orang-orang yang bertelanjang kaki, bertelanjang badan, miskin, para penggembala kambing, berlomba-lomba meninggikan bangunan.”

    Usai selesai bertanya dan membenarkan sendiri atas jawaban sang Rosul , sang tamu lekas berdiri serta undur pamit tanpa meninggalkan sepatah kata apapun, meninggalkan poro Sohabat yang tengah ber-majlis dalam keadaan bingung dan penuh tanda tanya. Selepas sang tamu menghilang dalam keheningan, sang Rosul yang tak tega Sohabat sejatinya ini dalam kebingunan, berusaha mencairkan suasana,

    “Wahai Umar, taukah engkau siapakah sang tamu tadi?”

    “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui” jawab Umar

    “Ia adalah Jibril alaihissalam dia datang untuk mengajari agama kepada kalian” tutup sang Rosul .

    Mengimani Hari Kiamat

    Pada tulisan cak Akbar kali ini, kita memahami terlebih dahulu soal Kiamat. Setidaknya terdapat dua premis soal Kiamat

    1. Yang mengetahui persis kapan datangnya kiamat hanyalah Allah subhanau wa ta’ala

    يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat tidak akan datang kepadamu melainkan secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

    QS. Al-A’rof:187

    2. Poro Nabi dan Rosul, termasuk Nabi Muhammad hanya diwahyukan soal tanda-tanda akan kedatangan Kiamat.

    Sebabnya, persoalan Kiamat ini adalah perkara Ghaib. Memahami secara sederhana soal Ghaib ialah segala sesuatu yang hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang mengetahuinya. Namun, bukan berarti perkara Ghaib manusia tidak mengetahuinya, manusia dapat mengetahui berdasarkan wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya. Sebabnya, poro ulama terdahulu membagi perkara Ghaib ke dalam dua bagian, (1) Ghoib mutlaq, yakni perkara Ghaib yang hanya Allah yang tahu seperti datangnya Kiamat, kapan dan dimana seseorang akan mati, bagaimana kadar rezeki seseorang, (2) Ghoib Nisbi, dimana manusia mengetahui “sebagian” perkara Ghoib berdasarkan wahyu Al-Qur’an dan Sabda Rosul-Nya.

    وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ ۝٣

    إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ ۝٤

    “Dan tidaklah dia (Muhammad) berbicara menurut hawa nafsunya.

    Apa yang dia sampaikan itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”

    QS. An-Najm:3-4

    Bahkan sang Rosul sendiri diancam, bilamana mengada-ada/dusta mengatasnamakan Allah

    وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ ۝٤٤

    لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ ۝٤٥

    ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ ۝٤٦

    فَمَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ ۝٤٧

    “Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat nadinya. Maka tidak seorang pun di antara kamu yang dapat menghalangi (Kami) dari tindakan itu.”

    QS. Al-Haaqqoh:44-47

    Jika kita mengkerucutkan dalam hal ini, soal datangnya hari akhir kehancuran alam semesta/Kiamat, maka kita dapat mengetahuinya dari firman Tuhan dan sabda Rosul-NYA . Sehingga dusta yang teramat, bilamana ada seseorang yang memastikan tahu betul kapan Kiamat, sebab sang Rosul saja tidak diberikan ilmu soal tersebut.

    Tanda-Tanda Kiamat

    Jika poro sedulur mengkaji teks-teks Qur’an Hadist soal Kiamat tentu akan teramat banyak jika semua teks-teks tersebut kami tuangkan dalam tulisan ini. Belum lagi jika berita soal Kiamat terdapat dalam teks hadis, tentu menjadi pekerjaan dua kali sebab perlu memastikan rantai riwayat suatu hadist (sanad) dan isi daripadanya (matan) juga harus autentik. Setidaknya, secara garis besar Kiamat (dalam hal ini Kiamat Qubro) memiliki dua tanda yang utama,

    1. Terdekadensinya moral manusia

    2. fenomena katastropik kosmologi dan geologi

    Soal kemerosotan moral manusia sudah dijelaskan sedikit dari cuplikan hadis di awal, dimana manusia di zaman itu saling berlomba mengejar dunia alih-alih mengejar akhirat. Bahkan, ada sebuah riwayat hadis yang menceritakan bahwa kelak menjelang Kiamat, Islam akan pudar, tak dikenal apa itu Islam melainkan tinggal kitabnya saja. Bahkan yang tersisa hanyalah sekelompok manusia tua yang hanya mengingat “dahulu leluhur kami menyebut laa illahaillawlah dan kami hanya mengikutinya saja (tanpa tahu maknannya)”. Lebih buruk lagi, menjelang Kiamat perzinaan dilakukan secara terang-terangan di tempat umum, dan orang yang dianggap paling baik di antara mereka hanya menyarankan agar perbuatan itu dilakukan di tempat yang lebih tersembunyi, bukan melarangnya.

    Soal katastropik geologi dan kosmologi, di antara cuplikan tersebut kita dapat mengetahuinya dari Firman Allah subhanahu wa ta’ala

    إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ

    “Apabila matahari digulung (cahayanya dihilangkan).”

    QS. At-Takwi:1

    يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ

    “(Ingatlah) pada hari ketika Kami menggulung langit seperti menggulung lembaran-lembaran tulisan. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. Sungguh, Kamilah yang akan melaksanakannya.”

    QS. Al-Anbiya: 104

    وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ

    “Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”

    QS. Al-Qori’ah:5


     

    Kiamat Pasti (Mungkin) Terjadi

    Jika kita hanya berfokus kiamat soal moralitas manusia yang kian terdekadensi, dan nilai-nilai keagamaan yang kian ditinggalkan maka setiap bergantinya tahun hal tersebut merupakan keniscayaan, sebagaimana sabda Rosul

    فَإِنَّهُ لَا يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا وَالَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ
    “karena sesungguhnya tidaklah datang kepada kalian suatu zaman melainkan zaman setelahnya lebih buruk daripada zaman sebelumnya”

    HR. Bukhori

    Namun, jika fokus kita adalah soal kiamat katrastropik maka pertanyaannya kapan? Sebab, selepas Rosul diutus adalah tanda bahwa Kiamat akan segera terjadi. Sebagaimana sabdanya,

    بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ، وَيُشِيرُ بِإِصْبَعَيْهِ فَيَمُدُّ بِهِمَا: السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى.

    “Aku diutus dan hari kiamat seperti dua jari ini.”

    Beliau kemudian memberi isyarat dengan dua jarinya, yaitu:

    jari telunjuk dan jari tengah.

    HR. Bukhori

    Dan hingga hari ini, tanda-tanda seperti cahaya matahari yang meredup, langit yang dilipat, gunung-gunung telepas dari pasaknya nampaknya belum terlihat sama sekali. Sehingga akan muncul pertanyaan, apakah Kiamat (kehancuran alam semesta) mungkin terjadi?

    Melihat Kiamat dalam Sudut Pandang Fisika

    Pada 1994 silam, seorang Fisikawan terkemuka bernama Paul Davies menerbitkan buku bertajuk “The Last Three Minutes: Conjectures about the Ultimate Fate of the Universe”.  Buku yang halamannya tidak genap 200 halaman itu, beliau menguraikan secara panjang tentang bagaimana kiamat “mungkin” akan terjadi.

    Buku Tiga menit terakhir

    Beliau menjelaskan ada sepuluh skenario kemungkinan bagaimana alam semesta kelak akan Kiamat/berakhir, baik yang berupa prediksi maupun spekulasi ilmiah. Soal prediksi, beliau menjelaskan kemungkinan Komet Swift Tuttle yang secara prediksi ilmiah akan menghantam bumi pada 21 Agustus 2126. Adapula prediksi big death freeze dimana Matahari yang menyinari kelak akan kehabisan cahayanya, meredup secara perlahan, dan habis energinya. Predeksi yang disajikan berdasarkan hipotesa Hermann Von Hemlhotz pada 1856 yang menoyoroti bahwa alam semesta ini tengah sekarat. Beliau menjelaskan prediksi tersebut menggunakan Hukum Termodinamika II yang berbunyi “Energi selalu cenderung menyebar dan menjadi kurang berguna untuk melakukan kerja”. Gambaran mudahnya, jika anda menyeduh kopi panas dengan suhu 80°C kemudian anda bawa ke dalam ruangan bersuhu 25°C maka dalam beberapa waktu, kopi yang semula panas nya 80°C akan mengikuti suhu ruangannya menjadi 25°C. Sama halnya dengan Matahari yang terus menerus melakukan pembakaran fusi nuklir (agar menghasilkan cahaya panas) lambat laun energi tersebut akan habis, Matahari menjadi kehilangan cahayanya dan meredup. Sebagaimana firman-NYA

    إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ

    “Apabila matahari digulung (cahayanya dihilangkan).”

    QS. At-Takwi:1

    Soal Spekulasi ilmiah, beliau menjelaskan seperti fenomena fisik yang tengah terjadi di belahan luar galaksi Bima Sakti, dimana lubang hitam super masif diamati menelan galaksi-galaksi yang ada di sekitarnya. Tidak hanya itu, efek dari radiasi lubang hitam yang disebut radiasi hawking diamati juga merusak lintasan orbit planet dan bahkan meluruhkan planet-planet yang ada di sekitarnya. Fenomena tersebut oleh para Ilmuwan disebut spekulasi ilmiah, sebab kejadian tersebut tidak/belum benar-benar terjadi di galaksi bima sakti dimana bumi kita ini berada, disebut ilmiah sebab fenomena tersebut sudah terjadi di belahan galaksi lain di luaran sana. Adapula spekulasi ilmiah soal rengkuhan besar/big crunch, skenario ini membahas soal alam semesta yang kian mengembang setelah terjadi big bang dimana pengembangan tersebut pada akhirnya akan mencapai suatu titik dimana alam semesta tidak dapat lagi mengembang. Setelah hal tersebut terjadi, alam semesta kembali tertarik menuju kesetimbangan awal

    Bagaimana Teori Big Crunch Bekerja | HowStuffWorks

    Jika kita perhatikan, teori tersebut senada dengan gambaran Kiamat yang Allah firmankan,

    يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ

    “(Ingatlah) pada hari ketika Kami menggulung langit seperti menggulung lembaran-lembaran tulisan. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. Sungguh, Kamilah yang akan melaksanakannya.”

    QS. Al-Anbiya: 104

    Dimana, kelak ketika Kiamat terjadi Allah akan menggulung/melipat kembali langit menjadi sedia kala/seperti pertama kali Allah memulai menciptakannya.

    Penutup

    Sebagai hamba Allah yang mukminin sudah barang tentu mengimani akan datangnya hari akhir yang pasti terjadinya dan hanya Allah yang mengetahui pastinya. Namun tidak ada salahnya kita melihat sudut pandang bagaimana manusia menyibak alam semesta dengan ilmu Fisikanya. Dalam ilmu Fisika pun, membenarkan bahwa alam semesta kelak akan berakhir dan musnah dengan pelbagai skenario yang ada baik berupa prediksi maupun spekulasi ilmiahnya. Di akhir buku tersebut, penulis menutup dalam satu paragraf reflektif yang mengajak pembaca untuk kembali merenungkan soal eksistensi kita sebagai manusia

    If there is a purpose to the universe, and it achieves that purpose, then the universe must end, for its continued existence would be gratuitous and pointless. Conversely, if the universe endures forever, it is hard to imagine that there is any ultimate purpose to the universe at all. So cosmic death may be the price that has to be paid for cosmic success. Perhaps the most that we can hope for is that the purpose of the universe becomes known to our descendants before the end of the last three minutes.

    yang bila diterjemahkan

    Jika alam semesta memiliki suatu tujuan, dan tujuan itu telah tercapai, maka alam semesta harus berakhir, sebab keberlangsungannya setelah itu akan menjadi sesuatu yang tidak perlu dan tanpa makna. Sebaliknya, jika alam semesta berlangsung untuk selamanya, sulit membayangkan bahwa ia memiliki tujuan akhir sama sekali. Oleh karena itu, kematian kosmis mungkin merupakan harga yang harus dibayar demi keberhasilan kosmis. Mungkin harapan terbesar yang dapat kita miliki adalah agar tujuan alam semesta itu menjadi diketahui oleh keturunan kita sebelum berakhirnya tiga menit terakhir.

    Penulis mengajak merenung, bahwa jika segala hal yang ada dunia ini memiliki tujuan, maka ketika tujuan itu telah tercapai segalanya pasti akan berakhir. Termasuk alam semesta ini, jika memang alam semesta ini memiliki tujuan tentu tujuan akhirnya adalah dia akan berakhir/Kiamat. Pada paragraf sebelumnya penulis menggambarkan tentang seseorang yang memiliki tujuan untuk membuat sesuatu, katakan misal ingin membuat roti. Maka ketika tujuan dia telah tercapai/selesai membuat roti, tentunya segala aktivitasnya untuk mencapai tujuan tersebut pasti berhenti (berhenti mengaduk adonan, berhenti memanggang, dan sejenisnya). Sama halnya dunia yang fana ini, ketika Allah berkehendak dunia ini usai maka usai sudah.

    Sebagai hamba Allah yang mukminin mempersoalkan kapan Kiamat itu terjadi bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami, melainkan hal sia-sia yang tidak mungkin ditemukan. Maka sudah sepantasnya kita mengisi proses Allah menjadikan kita ini dengan sebaik mungkin, mengisi dengan ibadah dan amal solih, sebab sebagai Mukminin tentu mengetahui, selepas alam semesta ini berakhir ada babak berikutnya dalam proses alam semesta ini. Yakni hari pembalasan, hari dimana apa yang telah kita perbuat diminta pertanggung jawabannya kelak di sisi-NYA.

     

    Sekian semoga dapat memberikan manfaat.

    Yogyakarta, 27 Juli 2026

    #KataCakAkbar


    Lampiran beberapa hadis

    1. Hadis dialog Malaikat dan Muhammad soal Iman

    بينما نحن عند رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلم ذاتَ يومٍ إذ طلع علينا رجلٌ شديدُ بياضِ الثيابِ شديدُ سوادِ الشعرِ ، لا نرَى عليه أثرَ السفرِ ولا نعرفُه ، حتَّى جلس إلى رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلم فأسند ركبتَه إلى ركبتِه ووضع كفَّيهِ على فخذِه ثمَّ قال : يا محمدُ أخبرْني عن الإسلامِ ، ما الإسلامُ ؟ قال : أنْ تشهدَ أنْ لا إلهَ إلَّا اللهَ وأنَّ محمدًا رسولُ اللهِ وتقيمَ الصلاةِ وتؤتيَ الزكاةَ وتصومَ رمضانَ وتحجَّ البيتَ إنِ استطعتَ إليه سبيلًا . قال : صدقتَ : قال عمرُ : فعجِبنا له يسألهُ ويصدقُه . فقال : يا محمدُ أخبرني عن الإيمانِ ما الإيمانُ ؟ قال : الإيمانُ أنْ تؤمنَ باللهِ وملائكتِه وكتبِه ورسلِه واليومِ الآخرِ والقدرِ كلِّه خيرِه وشرِّه . قال : صدقتَ . قال : فأخبرني عن الإحسانِ ما الإحسانُ ؟ قال : أنْ تعبدَ اللهَ كأنك تراهُ فإن لم تكنْ تراهُ فإنه يراكَ . فقال : أخبرني عن الساعةِ متى الساعةُ ؟ قال : ما المسئولُ عنها بأعلمَ من السائلِ . فقال : أخبرني عن أماراتِها . قال : أنْ تلدَ الأمةُ ربَّتها وأنْ ترَى الحفاةَ العراةَ العالةَ رعاءَ الشَّاءِ يتطاولونَ في البناءِ ، قال : ثمَّ انطلقَ الرجلُ ، قال عمرُ : فلبثتُ ثلاثًا ثمَّ قال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلم : يا عمرُ أتدري من السائلُ ؟ قلتُ : اللهُ ورسولُه أعلمُ . قال : فإنه جبريلُ عليه السلامُ أتاكم يعلِّمَكم دينَكم

    HR. Bukhori

    2. Hadis soal di akhir zaman Islam hanya tinggal kenangan saja

    يَدرُسُ الإسلامُ كما يدرسُ وَشيُ الثَّوبِ حتَّى لا يدرى ما صيامٌ ولا صلاةٌ ولا نسُكٌ ولا صدقةٌ ويسرَى على الْكتابِ في ليلةٍ فلا يبقى في الأرضِ منْهُ آيةٌ

    يدرس الإسلام كما يدرس وشي الثوب حتى لا يدرى ما صيام ولا صلاة ولا نسك ولا صدقة، وليسرى على كتاب الله عز وجل في ليلة فلا يبقى في الأرض منه آية، وتبقى طوائف من الناس الشيخ الكبير والعجوز يقولون أدركنا آباءنا على هذه الكلمة لا إله إلا الله فنحن نقولها، فقال له صلة: ما تغني عنهم لا إله إلا الله وهم لا يدرون ما صلاة ولا صيام ولا نسك ولا صدقة، فأعرض عنه حذيفة، ثم ردها عليه ثلاثا، كل ذلك يعرض عنه حذيفة، ثم أقبل عليه في الثالثة فقال: يا صلة تنجيهم من النار ثلاثا

    HR. Sunan Ibnu Majjah

    3. Hadis di akhir zaman perzinaan merajalela sampai berzina di tengah jalan

     والذي نفسي بيدِه لا تَفنى هذه الأمةُ حتى يقومَ الرجلُ إلى المرأةِ فيفترِشُها في الطريقِ فيكون خيارُهم يومئذٍ من يقولٌ لو واريتَها وراءَ هذا الحائطِ

    HR. Ad-Dailami

     

     

     

     

     

     

    Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

    Hai

    Klik Kontak Whatsapp Di Bawah Ini Untuk Mulai Mengobrol

    Pemilik Cak Akbar
    +6282136116115
    Call us to +6282136116115 from 0:00hs a 24:00hs
    Hai, ada yang bisa saya bantu?
    ×
    Tanya Kami